
3 hari yang lalu / 2026-10-30
JAKARTA – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menggelar rapat koordinasi secara daring bersama seluruh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Indonesia pada Kamis (29/10/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen digitalisasi sistem dan reformasi organisasi melalui platform SatuMU.
Dalam arahannya, Ketua PP Muhammadiyah, Dr. Agung Danarto, M.Ag., menegaskan bahwa digitalisasi merupakan kebutuhan mendesak bagi Muhammadiyah sebagai organisasi Islam yang terus berkembang dan memiliki jaringan dakwah serta amal usaha yang luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, salah satu langkah strategis yang telah dilakukan PP Muhammadiyah adalah menghadirkan platform digital SatuMU. Platform ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai data persyarikatan, mulai dari direktori organisasi, Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) digital, hingga data majelis dan amal usaha Muhammadiyah.
Agung menjelaskan bahwa perkembangan teknologi harus mampu diadopsi dan dimanfaatkan sebagai bagian dari sistem organisasi. Hal tersebut tidak hanya bertujuan mempermudah pengelolaan administrasi, tetapi juga memperkuat efektivitas dakwah Islam amar makruf nahi mungkar.
“Dakwah Muhammadiyah bukan lagi dakwah yang sifatnya lokal, tetapi sudah menasional bahkan internasional. Dakwah yang dilakukan tidak hanya dari satu mimbar ke mimbar lainnya, atau dari satu sekolah dan perguruan tinggi ke lembaga pendidikan lainnya, tetapi telah menjangkau seluruh aspek kehidupan,” ujarnya.
Ia menambahkan, besarnya jaringan organisasi dan fasilitas yang dimiliki Muhammadiyah membutuhkan sistem pengelolaan yang terintegrasi. Pengelolaan secara manual maupun berbasis data masing-masing daerah dinilai tidak lagi memadai untuk menjawab kebutuhan organisasi yang semakin kompleks.
Melalui sistem data yang terpusat, seluruh potensi, aset, kegiatan, dan program persyarikatan diharapkan dapat diketahui serta dimanfaatkan secara optimal. Dengan demikian, pimpinan di setiap tingkatan dapat menyusun strategi pengembangan organisasi berdasarkan data yang akurat dan terintegrasi.
Digitalisasi Harus Menjadi Program Prioritas
Lebih lanjut, Agung menegaskan bahwa keputusan Muktamar Muhammadiyah mengenai digitalisasi sistem merupakan amanat organisasi yang mengikat seluruh struktur persyarikatan, mulai dari Pimpinan Pusat, Wilayah, Daerah, Cabang, Ranting, hingga pimpinan amal usaha dan seluruh unsur terkait.
Karena itu, pelaksanaan digitalisasi tidak boleh berhenti pada tataran wacana atau sekadar jargon organisasi. Keseriusan dalam menjalankan program prioritas tersebut harus terlihat melalui dukungan nyata, terutama dalam penyediaan sumber daya manusia (SDM), alokasi waktu, serta anggaran yang memadai.
Menurutnya, sebuah organisasi dapat dikatakan serius menjalankan program prioritas apabila memiliki SDM yang secara khusus ditugaskan untuk mengawal pelaksanaannya, didukung kompetensi yang sesuai dan pembiayaan yang jelas.
“Keseriusan kita dalam menjalankan program prioritas dapat dilihat dari seberapa banyak waktu yang dialokasikan, seberapa banyak SDM yang ditugaskan, serta seberapa besar dana yang disiapkan untuk mengawal program tersebut,” tegasnya.
SatuMU Award sebagai Ajang Kompetisi dan Apresiasi
Sebagai upaya mendorong implementasi SatuMU di seluruh tingkatan organisasi, PP Muhammadiyah melalui Majelis Pustaka dan Informasi menginisiasi program SatuMU Award.
Program ini dihadirkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus kompetisi positif antarpimpinan wilayah dan daerah dalam menunjukkan keseriusan serta kinerja terbaik dalam mengembangkan digitalisasi organisasi.
Agung menyampaikan bahwa SatuMU Award menjadi sarana untuk membangun semangat fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam kebaikan. Melalui program ini, setiap wilayah dan daerah memiliki kesempatan untuk menunjukkan capaian, komitmen, serta kontribusinya dalam menyukseskan program digitalisasi persyarikatan.
Penilaian melalui SatuMU Award diharapkan dapat menjadi instrumen evaluasi untuk melihat sejauh mana program prioritas tersebut benar-benar dilaksanakan, bukan hanya disampaikan dalam bentuk komitmen atau slogan.
Ia juga berharap seluruh pimpinan Muhammadiyah dapat mengambil bagian secara aktif dalam menyukseskan program ini sehingga digitalisasi benar-benar menjadi budaya kerja organisasi.
Mewujudkan Islam Berkemajuan dalam Praktik Organisasi
Di akhir arahannya, Agung mengajak seluruh pimpinan Muhammadiyah untuk menjadikan digitalisasi sebagai langkah nyata dalam mewujudkan Islam Berkemajuan. Menurutnya, nilai-nilai Islam Berkemajuan tidak cukup hanya diyakini dan disampaikan dalam berbagai forum, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan nyata, termasuk melalui tata kelola organisasi yang modern, efektif, dan terintegrasi.
Ia juga menekankan pentingnya pendataan seluruh aset, kegiatan, dan program persyarikatan agar berbagai kontribusi Muhammadiyah dapat terdokumentasi dengan baik dan diketahui secara luas.
Hal tersebut bukan untuk membangun kebanggaan semata, melainkan sebagai bentuk pertanggungjawaban, transparansi, sekaligus bukti nyata kontribusi Muhammadiyah bagi umat dan masyarakat.
Dengan mengucapkan basmalah, Ketua PP Muhammadiyah secara resmi membuka SatuMU Award. Peluncuran ini sekaligus menjadi ajakan bagi seluruh jajaran persyarikatan untuk bergerak bersama mempercepat transformasi digital.
Melalui SatuMU, Muhammadiyah diharapkan semakin kuat dalam membangun tata kelola organisasi berbasis data, mengoptimalkan seluruh potensi persyarikatan, serta memperluas jangkauan dakwah demi mewujudkan gerakan Islam yang berkemajuan.

