• pcmbaruga@gmail.com |
  • Time :

1 tahun yang lalu / 2025-04-16

Pcmbaruga.com- Menjelang Musyawarah Pimpinan Wilayah (Muspimwil) Muhammadiyah Sulawesi Tenggara, sejumlah agenda strategis mulai dibahas dan disiapkan

Salah satu agenda yang dibahas adalah rencana pembangunan Sekolah Muhammadiyah Terpadu, yang akan menjadi ikon baru pendidikan Islam di Kota Kendari.

Steering Committee MUSYPIMWIL, Dr. Musadar Mapasomba, menyampaikan bahwa agenda ini menjadi bagian penting dari komitmen Muhammadiyah untuk terus berkontribusi dalam pencerdasan bangsa melalui bidang pendidikan.

“Kita berharap, insyaAllah, Muhammadiyah akan terus bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat dalam menggerakkan pencerahan dan pemberdayaan umat,” harapnya kepada media  Selasa (15/4/2025).

Musadar menilai Muspimwil menjadi momentum penting dalam penguatan struktur organisasi Muhammadiyah.

“Struktur pimpinan Muhammadiyah biasanya terdiri dari 13 orang, namun sesuai AD/ART, memungkinkan adanya penambahan kader mumpuni untuk melengkapi tim. Maka Muspimwil juga akan menjadi ajang penetapan personil tambahan ini,” tambahnya.

Selain itu, kata Musadar, nilai-nilai dasar Muhammadiyah sebagai gerakan pemurnian aqidah dan pembaharuan sosial juga terus ditegaskan dalam setiap langkah organisasi.

Muhammadiyah saat ini dikenal aktif dalam bidang pendidikan, kesehatan, hingga gerakan pemberdayaan masjid dan penguatan kembali peran pesantren.

Sekretaris Umum Pengurus Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sultra, Dr. Muhammad Alifudin, menambahkan bahwa MUSYPIMWIL juga akan memuat agenda konsolidasi organisasi dan evaluasi program kerja.

“Kita akan melihat kembali capaian program ditengah  periodesasi kepemimpinan. Selain itu, jabatan-jabatan yang kosong karena ada pimpinan yang berhalangan tetap (meninggal dunia) akan ditetapkan di acara Muspimwil,” jelasnya.

Terkait sektor pendidikan, Alifudin menyampaikan bahwa Muhammadiyah Sultra saat ini mengelola 61 unit lembaga pendidikan, termasuk TK, PAUD, MI, SMA, hingga delapan perguruan tinggi yang tersebar di tujuh kabupaten/kota.

Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang dimaksud kata Dosen Aktif IAIN Kendari adalah UM Kendari, UM Buton, UM Kolaka Utara, ISTEK Aisyiyah Kendari, ITBM Wakatobi., ITBM Kolaka., ITBK Muhammadiyah Muna Barat, Politeknik Indotec Muhammadiyah Kolaka Timur

Rencana peletakan batu pertama Sekolah Muhammadiyah Terpadu akan dilakukan di lahan seluas satu hektare di kawasan strategis kota, di Muhammadiyah Kendari.

Namun, kondisi cuaca yang belum memungkinkan dengan hujan yang terus mengguyur, membuat agenda simbolis ini tertunda.

“Menteri sebenarnya dijadwalkan hadir untuk peletakan batu pertama. Namun karena kondisi hujan dan proses kliring yang belum tuntas, kegiatan itu ditunda,” jelas Alifudin.

Ketua Panitia Pelaksana MUSYPIMWIL Sainuddin menjelaskan bahwa kegiatan Musypimwil akan dibuka langsung oleh Menteri Pendidikan dasar Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. Abdul Mu’ti di Gedung Poola.

”MUSYPIMWIL dibuka oleh pak menteri  Prof Abdul Mu’ti yang saat ini masih  menjabat sebagai Sekretaris jendral Pimpinan Pusat Muhammadiyah di aula merah putih Rumah Jabatan Gubernur Sulwesi Tenggara tanggal 17 April 2025, tambahnya.

Sainuddin menambahkan peserta Musypimwil yang telah diundang adalah seluruh PDM Se- Sultra, Lembaga ,Majelis tingkat wilayah, Ortom tingkat wilayah.

Berita Terbaru
2023 © All Rights Reserved | Designed and Developed by PCMB